Wartawan Senior: Kalau Begini Situasinya, Panglima TNI Memang Harus Berpolitik


Wartawan Senior: Kalau Begini Situasinya, Panglima TNI Memang Harus "Berpolitik"

- Kalau gara-gara membongkar pembelian senjata sebegitu banyak, secara ilegal, ada orang yang mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpolitik, memang perlulah ia berpolitik. Atau dikala Panglima (siapa pun orangnya, tidak mesti Jenderal GN) membeberkan ihwal bahaya teroris, kemudian ia disebut berpolitik, supaya sajalah disebut berpolitik. Saya tidak berkeberatan. Saya yakin juga seluruh rakyat tidak keberatan.

Kalau misalnya gara-gara Panglima TNI berkomentar ihwal kemunculan komunisme dan PKI, ia disebut berpolitik, tidak masalah. Biarlah ia berpolitik untuk urusan ini.

Kalau perlu kita nobatkan saja “Partai TNI” yang beranggaran dasar “pencegahan pembelian senjata ilegal, pemberantasan teroris, penjagaan kemanan negara, plus (ini yang teramat penting) pencegahan paham komunis dan kebangkitan PKI”. Buatkan saja UU-nya dengan ketentuan bahwa Partai TNI tidak boleh ikut Pemilu dan tidak boleh campur tangan di luar hal-hal yang disebutkan di atas.

Mungkin mampu ditambahi lagi lingkup politik Panglima TNI supaya mencakup soal pemberantasan narkoba yang tampaknya tak kunjung tuntas. Siapa tahu, jikalau Panglima TNI ikut “berpolitik” untuk urusan narkoba, mampu cepat diselesaikan.

Sangat oke kita Panglima TNI berpolitik untuk masalah-masalah serius menyerupai ini. Tentu tidaklah ikut dalam urus-urusan lain.

Masa iya Panglima TNI membiarkan kebangkitan komunisme dan PKI? Membiarkan pembelian senjata ribuan atau puluhan ribu pucuk secara ilegal? Membiarkan berkapal-kapal narkoba masuk ke Indonesia?

Masya iya Panglima TNI membisu saja melihat itu semua?

No way! Tak mungkin! Biarlah Panglima setiap hari disebut berpolitik ketimbang negara dan bangsa ini hancur acak-acakan alasannya ialah mendiamkan rencana-rencana jahat. Biarlah Hendardi (ketua SETARA Institute) dan politisi PDIP berteriak-teriak bahwa Panglima TNI berpolitik dalam hal-hal vital dan fatal menyerupai disebutkan di atas.

Panglima TNI tidak boleh netral dalam menghadapi bahaya terhadap keamanan negara dan bangsa, baik yang terindikasi datang dari luar maupun dari dalam. Kalau Panglima TNI netral, berpangku tangan, dalam urusan-urusan yang disebutkan tadi, maka akan ambruklah negara. Akan habislah rakyat dibantai. Akan menjadi zombie-lah generasi muda alasannya ialah narkoba. Akan muncullah rezim totaliter. Akan tersingkirlah Pancasila.

Jadi, jikalau menyerupai sekarang inilah situasinya, Panglima TNI memang harus “berpolitik”.

Oleh Asyari Usman
Wartawan senior

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wartawan Senior: Kalau Begini Situasinya, Panglima TNI Memang Harus Berpolitik"

Post a Comment