Usai Rapat dengan Ombudsman, BI Bungkam Soal Biaya Isi Ulang e-Money


Usai Rapat dengan Ombudsman, BI Bungkam Soal Biaya Isi Ulang e-Money

- Bank Indonesia (BI) hari ini (27/9) menyambangi kantor Ombudsman RI. Kedatangannya untuk memberi klarifikasi atas tuduhan mal manajemen atas kebijakan transaksi non tunai di gerbang tol. Selain BI, hadir perwakilan dari PT Jasa Marga (Persero), Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) dan Bank Mandiri.

Pantauan JawaPos.com, klarifikasi berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, dari pukul 10.00 WIB sampai 12.30 WIB.

Usai rapat, Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran, Pungki Purnomo Wibowo keluar terlebih dahulu. Sayangnya, ia mengelak memberi klarifikasi apapun. Dirinya menyerahkan seluruhnya kepada Ombudsman.

"Sama ombudsman saja ya," kata Pungki di Ombudsman, Jakarta, Rabu (27/9).

Sebelumnya, keingian BI untuk mengenakan biaya atas top up uang elektronik berujung laporan ke Ombudsman. David Tobing yang berprofesi sebagai pengacara melaporkan BI pada Senin (18/9) lalu, dengan dalih keberatan dari konsumen. Versinya, top up ke kartu uang elektronik tidak perlu ada biaya tambahan.

Saat ini, Ombudsman telah menelaah laporan tersebut. Tujuannya, untuk menandakan apakah ada dugaan maladministrasi atas kebijakan tersebut atau tidak. [beritaislam24h.info / jpc]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Usai Rapat dengan Ombudsman, BI Bungkam Soal Biaya Isi Ulang e-Money"

Post a Comment