Super Berani! Nekat Terobos Paspampres, Pedagang Rejosari Tagih Janji Presiden Jokowi

ilustrasi


Rukimin (57) pedagang Pasar Rejosari, Senin (25/9) siang melaksanakan agresi nekad. Ia menerobos ketatnya penjagaan Paspampres untuk memberikan surat yang berisi menagih kesepakatan Presiden RI Joko Widodo yang tengah menggelar kunjungan kerja di Pulutan, Sidorejo, Kota Salatiga.

Ulah Rukimin yang menjabat sebagai Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rejosari (P3R) Kota Salatiga ini, tak pelak sempat membuat kewalahan personil Paspampres. Beruntung, Presiden yang biasa disapa dengan sebutan Jokowi melihatnya, sehingga, Rukimin dipanggilnya mendekat. Usai menyalami orang nomor satu di Republik ini, ia segera memberikan maksudnya dan tujuannya melaksanakan agresi nekad tersebut.

“Saya sampaikan kepada bapak Presiden bahwa tanggal 15 Mei 2014, ketika ia kampanye Pilpres di Kota Salatiga, kepada pengurus P3R Kota Salatiga yang berjulukan Kartam, pak Jokowi berjanji bila terpilih sebagai Presiden RI, maka Pasar Rejosari akan menjadi pasar pertama yang akan dibangunnya,” kata Rukimin usai menyerahkan surat pengaduan.

Menurutnya, ketika berdialog dengan Jokowi, ia secara singkat sudah menjelaskan perihal kesepakatan mantan Walikota Surakarta itu yang diutarakan di gedung GPD Kota Salatiga. Kebetulan, selain disaksikan ribuan orang, dirinya juga menerima video rekamannya, “Makanya, dalam surat pengaduan yang saya berikan, sengaja saya lampirkan rekaman visualnya,” ungkap Rukimin.

Usai menyerahkan surat dan rekaman kesepakatan Jokowi, lanjut Rukimin, dirinya sempat dimarahi personil Paspampres. Namun, alasannya sudah merasa kehabisan akal, ia pasrah. Pasalnya, untuk menagih kesepakatan Presiden, pihaknya telah berulangkali mengirim surat tapi diabaikan. Terkait hal tersebut, begitu mendengar Jokowi akan melaksanakan kunjungan kerja ke Salatiga, pengurus P3R pribadi menyiapkan segala sesuatunya.

Dalam catatan yang dimiliki Rukimin, hari Kamis tanggal 15 Mei 2014 yang lalu. Tepatnya di Gedung GPD Kota Salatiga, salah satu perwakilan P3R berjulukan Kartam (sekarang sudah meninggal) bertemu dengan calon Presiden Jokowi. Dalam kesempatan itu, almarhum Kartam curhat perihal rencana revitalisasi Pasar Rejosari yang akan dikerjakan investor yang dianggap sangat memberatkan pedagang.
Pasar Rejosari sekarang sudah rata dengan tanah

Bangkrut Massal

Hingga Jokowi terpilih sebagai Presiden RI, para pengurus P3R segera mengirim surat untuk menagih janji- kesepakatan politiknya. Sayang, surat yang dikirim ke Rumah Dinas Gubernur DKI, Kantor DPP PDI Perjuangan hingga Rumah Transisi diabaikan. Begitu pula surat yang dikirim melalui email jokowi@yahoo.co.id dan gubdki@gmail.com. Karena belum juga mendapat tanggapan, balasannya surat dikirim ke Istana. ” Tapi faktanya proses revitalisasi jalan terus,” ungkapnya.

Akibat proses revitalisasi yang dilakukan investor itu, jumlah pedagang yang sebelumnya mencapai 400 an orang, belakangan mengalami kebangkrutan massal. Di mana, ketika ini pedagang yang bertahan di lokasi penampungan sementara hanya tersisa sekitar 80 an orang, selebihnya gulung tikar. Bahkan, sedikitnya tiga orang pengurus P3R yang getol menolak revitalisasi, di tahun 2017 satu persatu meninggal dunia, termasuk Kartam yang dulu pernah dijanjikan Jokowi.

Rukimin yang didampingi pengurus paguyuban lainnya, tetap berharap biar Pasar Rejosari dibangun melalui APBD atau APBN. Sebab, bila dipaksakan dibangun investor, para pedagang yang tersisa tak bakal bisa membayar harga kios mau pun los yang mencapai Rp 6.000.000 permeter persegi (kios) serta Rp 4.000.000 permeter persegi (los). “Sekarang saja, untuk modal berdagang teman-teman harus berhutang pada rentenir,” kata Kartini salah satu pedagang yang terkena dampak revitalisasi.

Rukimin dan 9 orang temannya sesama pedagang, gotong royong mendapat usul pada program silaturahmi di SPPQT. Sayang, akhir terjadi kesalahpahaman, dirinya tidak diijinkan memasuki lokasi. Usai acara, dirinya mengejar sang Presiden ke SMA Negeri 3, sayang akhir ketatnya pengamanan, upayanya sia- sia. Baru ketika akan berlangsung penyerahan sertifikat massal di lapangan Pulutan, ia nekad menerobos barikade Paspampres.

Sedangkan isi rekaman video yang dibawanya, terlihat terang bahwa almarhum Kartam dalam dialognya memberikan keluh kesah perihal rencana revitalisasi. Hingga usai berdialog, Jokowi secara tegas menyebutkan bahwa bila dirinya terpilih menjadi Presiden RI, maka Pasar Rejosari akan menjadi pasar tradisional pertama yang bakal dibangunnya. “Ternyata susah juga menagih kesepakatan seorang Presiden,” ucap Rukimin mengakhiri perbincangannya seraya menawarkan surat bernomor 152/P3R/P/ IX/ 2017 yang dibawanya.

sumber: kumparan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Super Berani! Nekat Terobos Paspampres, Pedagang Rejosari Tagih Janji Presiden Jokowi"

Post a Comment