PKI dan Hoax dari Dalam Istana


PKI dan Hoax dari Dalam Istana

- Para Jenderal yang diculik lalu dibunuh alasannya dianggap telah membentuk Dewan Jenderal yang memiliki jadwal menggulingkan tahta Presiden Soekarno lewat menurut perwakilan PKI di kabinet kala itu atau via agen khusus PKI.

PKI ternyata pakarnya pembuat fitnah atau hoax. Mereka yaitu maha guru di bidang itu. Mereka pakar dalam agitasi dan propaganda.

Apalagi, DN Aidit ketua PKI kala itu sudah masuk dalam jajaran kabinet Presiden Sukarno. Tercatat dirinya pernah menjabat sebagai menteri di kabinet Kerja jilid 3 hasil reshuffle yang ke-2 dan pada ketika gerakan G.30S/PKI, ia terdaftar dalam jajaran kabinet Dwikora 1, alasannya posisinya sebagai wakil ketua MPRS.

Angin segar bagi PKI alasannya politik Bung Karno semenjak dekrit presiden tahun 1959, yaitu menampung pemikiran Komunis dalam konsep Nasakom-nya membuat mereka tumbuh menjadi partai yang kuat.

Tak cukup dengan itu, tahun 1960, dengan alasan para tokoh Masyumi dianggap terlibat dalam PRRI, maka Sukarno membubarkan Partai Masyumi yang merupakan rival utama PKI.

Padahal, Masyumi sebagai partai pemenang ke-2 di pemilu tahun 1955, tak pelak lagi aspirasi umat Islam kehilangan perahunya dan PKI merasa "bahagia" alasannya rival utama mereka telah hilang dari percaturan politik ketika itu.

Belum cukup pula dengan itu, Sukarno membuka poros gres politiknya yaitu poros Jakarta-Peking, semakin memperjelas arah kebijakan Sukarno di "setir" oleh PKI.

Puncaknya yaitu Sukarno membubarkan DPR hasil pemilu dan membentuknya serta mengangkat para ketua partai menjadi petinggi MPRS suatu jabatan setingkat Menteri non departemen. Di kabinet Kerja jilid 2 hingga 4 para tokoh PKI menduduki posisi penting.

Hoax bertebaran dari sana, dari dalam kabinet. Hoax masuk dalam istana dan diproduksi di sana hingga berdampak kepada kebijakan Presiden Sukarno yang dianggap terlalu "menuruti" cita-cita PKI.

PKI mendesak Presiden Soekarno untuk membubarkan HMI alasannya dianggap anak kandung Masyumi, meminta Soekarno membubarkan partai MURBA, ulama dikriminalisasi ibarat Buya Hamka, dan lain-lain.

Mendesak Presiden Sukarno untuk membentuk angkatan ke-5 untuk dipersenjatai dengan alasan hoax menyiapkan perlawanan rakyat menghadapi Malaysia dan perjuangan Trikora. Dan buntutnya yaitu menyiapkan kudeta para relawan dan Gerwani, itulah hoax sejati.

Jangan-jangan banyaknya hoax sekarang... Ciri-ciri, ah sudahlah. Masih mau bilang: PKI itu hantu?

Oleh: Syukri Wahid, Pegiat Sosial Politik

[beritaislam24h.info / rci]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PKI dan Hoax dari Dalam Istana"

Post a Comment