Masyarakat Solok Selatan Resah Oleh Penambangan Timah Asal Cina


Masyarakat Solok Selatan Resah Oleh Penambangan Timah Asal Cina

- Sebagian anggota masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, galau dengan kehadiran perusahaan penanaman modal aneh yang mempekerjakan tenaga kerja aneh (TKA) asal Tiongkok. Pasalnya, perusahaan dan TKA itu menambang timah hitam di daerah penyangga hutan lindung di Kecamatan Koto Parik Gadang –sekitar 120 kilometer arah selatan Kota Padang.

“Kami khawatir kegiatan tenaga kerja asal Tiongkok dalam menambang timah hitam itu mampu merusak ekosistem daerah peyangga hutan lindung milik kami,” ujar BY Antonorita, salah seorang anggota masyarakat yang juga pelopor dari Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPPKRI), dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa (26/9/2017) di Solok Selatan.

Penambangan timah hitam di areal 180-an hektare itu, menurut Eddy Alayzeus, salah seorang anggota masyarakat lainnya, telah mempekerjakan sekitar tujuh warga negara Tiongkok. Mereka tinggal di bedeng-bedeng di areal penambangan tanpa didampingi oleh tenaga kerja teknis lokal, sehingga mereka dikhawatirkan mampu merusak lingkungan apalagi mereka telah menggunakan materi peledak dalam kegiatan mereka membuat terowongan penambangannya.

“Dalam menggunakan materi peledak kan diatur oleh peraturan khusus dengan standar operasional baku. Tenaga kerja aneh Tiongkok itu mana ngerti prosedur meledakkan materi peledak kalau tidak dipandu oleh tenaga kerja teknis lokal,” tambah Eddy.

Antonorita menambahkan, sebagai pelopor beliau curiga dengan kehadiran tenaga kerja Tiongkok itu, alasannya fisik mereka umumnya tegap dengan potongan rambut pendek menyerupai fisik tentara pada umumnya, dan di antara mereka memiliki seragam militer asing.

“Saya harap pemerintah setempat atau pihak berwenang turun tangan mengusut mereka,” ujar Antonorita.

Antonorita tidak ingin kehadiran tenaga kerja asal Tiongkok itu mengeruk timah hitam secara semena-mena dengan mengabaikan faktor lingkungan dan sosial masyarakat setempat. “Jangan hingga kegiatan tenaga kerja aneh itu menyebabkan konflik sosial.”

Menurutnya, kegiatan penambangan di Solok Selatan oleh perusahaan modal aneh itu sudah berjalan empat bulan terakhir dan dalam dua bulan ini telah membuat beberapa peledakan untuk menggali terowongan.

Penduduk setempat sering kaget dengan bunyi ledakan di areal penambangan itu. Mereka kerap mempertanyakan kehadiran tenaga kerja aneh dengan aktivitasnya menambang di penyangga hutan lindung setempat.

“Tolong pemerintah atau pihak berwenang turun tangan menyelesaikan persoalan ini,” tambah Antonorita. [beritaislam24h.info / tsc]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masyarakat Solok Selatan Resah Oleh Penambangan Timah Asal Cina"

Post a Comment