Kwik Kian Gie: Rakyat Diperas Oleh Pemerintah Sekarang


Kwik Kian Gie: Rakyat Diperas Oleh Pemerintah Sekarang

- Pakar ekonomi Kwik Kian Gie menilai keadaan utang yang ditanggung negara sampai 2017 ini sudah berbahaya, pasalnya jumlah utang yang ditanggung pun fantastis, dalam 2 tahun rezim Jokowi utang indonesia bertambah hampir 1000 triliun rupiah.

“Utang negara sekarang sudah mencapai jumlah yang sangat besar, ialah sekitar Rp. 3.600 triyun (dibulatkan). Ketika Jokowi disumpah sebagai Presiden, utang negara sebesar sekitar Rp. 2.600 triliun. Dalam waktu 2 tahun ia menambah utang sebesar Rp. 1.000 trilyun atau sebesar 38,46 %. Ini peningkatan yang luar biasa dalam waktu 2 tahun saja,” ungkap Kwik kepada Mediaumat.news, Ahad (24/9/2017).

Keadaan negara sangatlah berbahaya, Kwik menilai bahwa ini akhir dari Negara yang dipaksa melaksanakan liberalisasi sejauh mungkin.

“Ini dilakukan yang tercermin dari perkembangan perundang-undangan kita dalam bidang ekonomi semenjak terbitnya UU no. 1 tahun 1967 perihal Penanaman Modal Asing. Baca buku karangan saya yang berjudul 'Nasib Rakyat Indonesia dalam abad Kemerdekaan',” ujarnya.

Pada karenanya dalam keadaan negara terlilit utang, Kwik mengatakan rakyat Indonesia akan menjadi korban, rakyat akan semakin dipersulit dengan pajak dan sebagainya.

“Sangat benar bahwa rakyat diperas oleh pemerintah sekarang, sebagai teladan melalui pajak. Pembiayaannya utang. Utang ini dibayar dari APBN yang 90 % dari pajak, di sinilah letak pemerasan kepada rakyat dalam memungut pajak yang lebih besar dengan aneka macam macam cara dan ancaman-ancaman,” terang Kwik.

Kwik juga berpendapat bahwa utang negara ketika ini akhir dari ambisi Jokowi dalam bidang infrastruktur yang kebablasan.

“Menurut saya agak ngawur. Intinya, infrastruktur dibangun tanpa perhitungan apakah ada yang akan menggunakannya? Di mana-mana dibangun jalan tol yang mahal tanpa perhitungan. Apakah bila sudah jadi akan ada yang memakai? Ada ruas di Papua yang bila jadi, jumlah kendaraan beroda empat di wilayah itu hanya 500 buah. Jangan lupa bahwa bila infrastruktur terbangun, harus keluar banyak uang untuk pemeliharaan (maintenance),” tegas Kwik.

Kwik menyarankan biar Rezim Jokowi mampu memperhitungkan segala sesuatunya dengan baik. Bukan hanya pencitraan semata.

‘Pembangunan dilakukan dengan perhitungan yang matang perihal biaya dan manfaatnya (cost benefit ratio). Jangan asal pencitraan saja,” pungkasnya. [pi]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kwik Kian Gie: Rakyat Diperas Oleh Pemerintah Sekarang"

Post a Comment