Bukan Bermain Politik, Pengamat Ini Sebut Pernyataan Panglima TNI Merupakan Sinyal Peringatan semoga Negara Siaga dari Ancaman Internal Maupun Eksternal

ilustrasi

JAKARTA - Pengamat Politik UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa Panglima TNI, Gatot Nurmantyo tidak sedang berpolitik dalam pernyataannya yang menyebutkan bahwa ada pihak telah mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan pembelian 5000 senjata api secara ilegal.

Menurutnya, pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut harus dijadikan sinyal peringatan dini adanya ketidakberesan didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya menilai justru Gatot bukan berpolitik namun menunjukkan sinyal dan peringatan bahaya konkret bagi keamanan dalam negeri terkait senjata ilegal, malah Gatot kok dituduh berpolitik saat memberikan informasi maha penting sehingga dibutuhkan negara siap siaga dari bahaya internal dan eksternal," ujar Pangi melalui siaran pers yang diterima Jitunews.com, Rabu (27/9).

Menurutnya, banyak pihak yang menyudutkan Gatot Nurmantyo atas pernyataannya tersebut, Pangi melihat hal ini dikarenakan elektabilitas Gatot yang semakin meningkat akhir-akhir ini, sehingga membuat lawan politiknya terus melaksanakan manuver-manuver kepada lulusan Akabri 1982 itu.

"Informasi Gatot bagi lawan politiknya pasti dimainkan bahwa Gatot sudah membuatkan horor ketakutan. Namun bagi kelompok lain mampu saja apresiasi dan mendukung langkah Gatot melindungi NKRI dari bahaya mana pun. Lagi pula itu juga disampaikan pada mantan tentara atau purnawirawan, saya pikir nggak ada yang salah. Namun wajar makin meroketnya elektabilitas Gatot membuat pemain drama yang lain kebakaran jengot, makin kencang manuver politik untuk membunuh aksara Gatot. Saya juga heran, Gatot disudutkan dan sudah mulai yang memakai nalar kacau politik devide et empera, berkelahi domba," jelasnya.

Kendati demikian, Pangi tidak mempersoalkan adanya pihak yang melaksanakan klarifikasi pernyataan Gatot, dimana dikatakan bahwa pembelian senjata itu sebanyak 500 dan bukan 5000 senjata yang diperuntukan untuk Badan Intelijen Negara (BIN).

"Silahkan dan sah sah saja atau jamak pro kontra dalam habitus demokrasi. Menkopolhukan, Wiranto juga ngak salah, silahkan dan punya hak untuk klarifikasi misalnya tidak benar 5000 tapi yang benar 500 untuk BIN dan tidak benar senjata elegal immpor namun diproduksi dan dipesan di PT Pindad, saya kira ngak ada yang salah," pungkasnya.

Sumber: jitunews

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bukan Bermain Politik, Pengamat Ini Sebut Pernyataan Panglima TNI Merupakan Sinyal Peringatan semoga Negara Siaga dari Ancaman Internal Maupun Eksternal"

Post a Comment