Bocor..Bocor...! Kemenkeu Akan Usut Pembocor Surat Sri Mulyani ke Jonan dan Rini Terkiat Hal Ini

ilustrasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyesalkan bocornya salinan surat yang ditujukan kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, terkait pembiasaan aktivitas 35 gigawatt (GW) PLN. Pihaknya juga akan melaksanakan pengusutan pembocoran surat tersebut.

“Pembocoran dan beredarnya surat tersebut merupakan tindakan melanggar peraturan dan disiplin manajemen negara dan tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Kemenkeu akan melaksanakan langkah pengusutan pembocoran surat tersebut untuk menegakkan disiplin tata kelola pemerintahan, semoga pelanggaran tersebut tidak terulang kembali pada masa yang akan datang,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (27/9).

Menurutnya, sesuai UU Keuangan Negara, Kemenkeu berkewajiban mengelola keuangan negara dan APBN (fiskal) secara hati-hati dan berkelanjutan, termasuk melaksanakan pengawasan dan penilaian potensi risiko fiskal yang berasal dari banyak sekali sumber kegiatan publik.

Kementerian dan tubuh usaha yang memiliki tanggung jawab atas pengelolaan potensi risiko keuangan negara dan risiko fiskal, diminta untuk selalu melaksanakan pengawasan risiko dan melaksanakan langkah-langkah pengelolan dan pencegahan risiko fiskal sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing Kementerian dan Lembaga (Badan Usaha).

Program pembangunan infrastruktur merupakan aktivitas prioritas nasional yang penting untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum di seluruh wilayah Indonesia.

“Penugasan dan kebijakan Pemerintah kepada Kementerian dan Lembaga serta Badan Usaha harus dapat dilaksanakan secara baik dan terjaga dari seluruh aspek: teknis, keuangan, dan pengelolaan dampak lingkungan maupun sosial. Pelaksaan penugasan harus dengan tetap menjaga tata kelola yang baik, dan perbaikan efisiensi operasi dan pengelolan keuangan perusahaan secara hati-hati dan profesional,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-178/MK.08/2017 pada 19 September 2017 tentang Perkembangan Risiko Keuangan Negara atas Penugasan Infrastruktur Ketenagalistrikan, Sri Mulyani meminta PT PLN untuk menyesuaikan target penyelesaian investasi dengan mempertimbangkan ketidakmampuan PLN dalam memenuhi pendanaan investasi dari cashflow operasi, tingginya outlook debt maturity profile, serta kebijakan pemerintah terkait tarif, subsidi listrik, Penyertaan Modal Negara (PMN).

Hal tersebut berdasarkan kinerja PLN yang ditinjau dari sisi keuangan terus mengalami penurunan, seiring dengan semakin besarnya kewajiban korporasi untuk membayar pokok dan bunga dukungan yang tidak didukung dengan pertumbuhan kas bersih operasi. Ini yang mengakibatkan selama tiga tahun terakhir, Kemenkeu harus mengajukan undangan waiver kepada lender PLN, sebagai dampak terlanggarnya kewajiban pemenuhan convenant PLN dalam perjanjian dukungan untuk menghindari cross default atas dukungan PLN yang menerima jaminan pemerintah.

Berdasarkan profil jatuh tempo dukungan PLN, kewajiban pembayaran pokok dan bunga dukungan PLN diproyeksikan terus meningkat di beberapa tahun mendatang. Sementara itu, pertumbuhan penjualan listrik tidak sesuai dengan target dan adanya kebijakan pemerintah untuk meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PLN.

Sri Mulyani juga mengharapkan Jonan dan Rini dapat mendorong PLN melaksanakan efisiensi biaya operasi (utamanya energi primer) guna mengantisipasi peningkatan risiko gagal bayar di tahun-tahun mendatang.

sumber: kumparan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bocor..Bocor...! Kemenkeu Akan Usut Pembocor Surat Sri Mulyani ke Jonan dan Rini Terkiat Hal Ini"

Post a Comment