Bappenas Sebut Mal Sepi Karena Konsumen Belanja di Singapura


Bappenas Sebut Mal Sepi Karena Konsumen Belanja di Singapura

- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan beberapa alasan kenapa mal atau sentra perbelanjaan ritel kini mulai sepi pengunjung.

Salah satunya, menurut Bambang, banyak masyarakat yang lebih memilih belanja sambil berwisata ke Singapura dan Hongkong.

"Jadi ada perubahan, jikalau dahulu orang itu wisatanya belanja ke mal, tapi sekarang wisatanya ke luar negeri ditambah belanja," ujar Bambang, menyerupai dikutip dari Antara, Selasa (26/8)

Perubahan ini, menurut Bambang, ditandai dengan sulitnya memperoleh tiket ke Singapura dan Hong Kong pada final pekan. Pasalnya, tiket pesawat sudah diborong oleh orang Indonesia yang hendak belanja.

Kegiatan melancong ke luar negeri itu pula, kata Bambang, yang menandai perubahan contoh konsumsi masyarakat. Masyarakat kini lebih gemar melancong atau berwisata ke luar negeri, dibanding belanja ke mal.

Namun, menurut Bambang, penurunan jumlah pengunjung terbesar bergotong-royong terjadi pada mal dengan segmen menengah ke bawah. Hal ini menurut dia, lantaran adanya perpindahan kebiaasaan belanja masyarakat ke situs perdagangan dalam jaringan (e-commerce).

"Kayak ITC, Pasar Tanah Abang, Glodok dan lain-lain. Kalau mal menengah ke atas kayanya masih tinggi pengunjung, orang pada membeli tas LV (Louis Vuitton)," ujarnya.

Di samping itu, menurut dia, masyarakat juga lebih memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di gerai swalayan mini terdekat ketimbang harus pergi ke sentra perbelanjaan besar.

"Maka itu, data keuntungan perusahaan yang memiliki 'convention store' meningkat. Di sisi lain, yang punya swalayan besar pendapatannya menurun," terangnya.

Penyebab lainnya, menurut Bambang, masyarakat kini lebih gemar menabung dibanding berbelanja. Hal itu, kata dia, terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus tumbuh.

Beberapa contoh perubahan konsumi itu, kata dia, yang sulit direkam Badan Pusat Statistik (BPS). Akibatnya, contoh konsumi itu membuat pergerakan daya beli menurut BPS melemah. [beritaislam24h.info / cnn]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bappenas Sebut Mal Sepi Karena Konsumen Belanja di Singapura"

Post a Comment